Ketua Komisi IV Harap Peringatan Hari Anak Sedunia Jadi Momentum Pentingnya Pemenuhan Hak-hak Anak Kukar

img

M Andi Faisal

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Hari ini, 20 November 2025, diperingati sebagai Hari Anak Sedunia sebuah peringatan untuk merayakan dan mengingat kembali pentingnya pemenuhan hak-hak anak di seluruh dunia. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) M Andi Faisal mengatakan peringatan ini menjadi pengingat bahwa anak bukan hanya generasi penerus bangsa, tetapi juga individu yang memiliki hak asasi yang wajib dipenuhi sejak dini.

Legislator PDIP ini menegaskan bahwa anak memiliki posisi penting sebagai subjek pemegang hak. Anak adalah individu yang memiliki haknya sebagai anak-anak. Karena tersemat sebagai bagian dari hak asasi manusia, maka melekat semua hak-hak anak.

“Bahwa tugas bersama adalah memfasilitasi agar anak dapat tumbuh optimal dan menjadi generasi yang berprestasi menuju Indonesia Emas 2045, momen perayaan hari anak sedunia tahun ini harus berkorelasi pada tujuan besar tersebut,” tegas Andi Faisal kepada media ini, Kamis (20/11/2025).

Ia menyebutkan, berbagai upaya pemenuhan hak anak dilakukan dari beberapa sektor. Di bidang pendidikan, pemerintah telah menerapkan sejumlah program seperti pengembangan karakter, penerapan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga penguatan pembiasaan positif melalui 7 Kebiasaan Hidup Sehat Anak Indonesia dan 7 Jurus BK Hebat. 7 jurus BK hebat adalah program yang bertujuan untuk menguatkan karakter peserta didik dengan tujuh strategi: kenali potensi, kelola emosi, tumbuhkan resiliensi, jaga konsistensi, jalin koneksi, bangun kolaborasi, dan menata situasi.

“Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan anak memiliki lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembangnya,” sebutnya.

Dari sisi masyarakat, peran desa juga semakin diperkuat melalui hadirnya motivator yang terlibat langsung dalam perlindungan anak. Baik melalui kader Motekar maupun tokoh masyarakat lainya, berbagai kegiatan edukasi dan perlindungan sosial dilakukan agar anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih peduli dan suportif.  Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan perlindungan anak hingga ke tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Di bidang kesehatan, pemerintah juga terus mendorong pencapaian program zero imunisasi terlewat dan pencegahan stunting, agar tidak ada anak yang tertinggal dalam pemenuhan layanan kesehatan dasar. “Upaya ini dijalankan melalui koordinasi tenaga kesehatan, fasilitas layanan, hingga pemantauan tumbuh kembang secara rutin. Pendekatan ini menegaskan bahwa anak tidak hanya perlu didukung pendidikanya, tetapi juga kesehatanya secara menyeluruh,” ujarnya.

Andi Faisal menekankan bahwa seluruh upaya pemenuhan hak anak tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk lembaga pendidikan, masyarakat, pemerintah, hingga perguruan tinggi sebagai pusat pengetahuan dan analisis kebijakan.

“Memfasilitasi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang mencapai prestasi-prestasi terbaik adalah bagian dari perjuangan kita hari ini,” ucapnya.

Menurutnya, anak bukan hanya perlu hidup, tetapi harus memiliki kehidupan yang layak, bermartabat, dan penuh kesempatan untuk tumbuh berkembang.

“Hari Anak Sedunia diharapkan menjadi momentum kuat untuk terus memperjuangkan hak dan masa depan generasi penerus di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dan Indonesia,” pungkasnya.(ADV)